Tugas 3

INTEGRASI SISTEM INFORMASI

Integrasi berasal dari bahasa Latin dan bahasa Inggris, dalam bahasa latin integrasi berasal dari kata integer, integra, dan integrum yang memiliki arti utuh, seluruhnya.Sedangkan dalam bahasa Inggris berasal dari kata Integration, yang memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan.Sehingga dapat didefinisikan integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur  dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari penyatuan unsur-unsur tersebut.

Proses integrasi akan terjadi jika perubahan itu membawa unsur-unsur yang cocok dengan.Penambahan unsur-unsur baru di dalam proses perubahan itu menyatu di dalam kerangka kepentingan struktur yang ada.Pada proses integrasi juga akan ada proses saling menarik, saling tergantung, dan saling menyesuaikan (adaptasi).

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen.Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluan integrasinya.Salah satu di antaranya adalah dengan arus data faktual atau potensial di antara mereka.Aliran informasi di antara sistem sangat bermanfaat apabila data di dalam file dari satu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, tetapi akan jadi mustahil bagi sistem kedua untuk menghasilkan data tersebut apabila pendekatan ini akan menjadi mahal, lebih lambat, atau kurang tepat dibanding menggunakan data dari file sistem pertama.

Aliran data di antara sistem, sering ditemukan apabila sistem ganda diperlukan untuk mengakses elemen data yang sama dari sumber bersama, atau apabila output dari satu sistem akan menjadi input bagi yang lainnya.Sama halnya apabila informasi dari sistem pemroses data transaksi merupakan input bagi sistem informasi manajerial.Sistem juga dapat dikaitkan melalui tugasnya untuk memberikan data bagi tugas yang sama atau karena masing-masing sistem menggunakan data yang sama dari sumber lain.

Apabila ada di antara tipe hubungan seperti yang disebutkan di atas, maka dikatakan sistem bersangkutan  berinteraksi.Dan  interaksi di antara sistem-sistem akan dinilai dengan cara menentukan kaitan internal antara elemen data di berbagai sistem yang berkaitan, misalnya elemen data yang digunakan untuk pelaporan tugas yang sama.Kaitan seperti ini memungkinkan data mengalir sepanjang “lintasan data” ke seluruh bagian di dalam sistem informasi, yakni data yang diperlukan untuk penghitungan atau pelaporan.Apabila kaitan telah mampu ditetapkan, maka sistem yang bersangkutan dikatakan telah terintegrasi.

Oleh karena itu, integrasi didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antar sub-sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas menuju,atau diambil oleh, satu atau lebih sistem yang lainnya.Sebenarnya dengan sistem manual, juga akan dicapai suatu derajat integrasi tertentu, misalnya dengan secara fisikal membawa data dari satu stasiun kerja (workstation) ke stasiun kerja lainnya, yang selanjutnya oleh para pegawai administrasi akan digabungkan dengan data dari sistem lain.Sementara itu dengan sistem komputer, data akan dapat melintas secara otomatis di seluruh sistem, yang memungkinkan derajat integrasi yang lebih tinggi dan mempercepat kegiatan integrasi data.Pada sebagian besar sistem informasi komputer, sebagian besar integrasi data dilakukan secara otomatis oleh komputer, dan hanya sebagian kecil yang harus dilaksanakan oleh pegawai atau personil pengolahan data.Biasanya tujuan pengembangan sistem adalah mengotomatiskan aspek tambahan dari integrasi data, dan secara umum adalah mengotomatiskan perpindahan data dari sistem informasi terutama pada sistem yang sangat canggih dan sangat maju.

Untuk mengintegrasikan sistem pertama kali  diperlukan identifikasi interaksi yang potensial; para manajer dan mereka yang berurusan dengan sistem harus melakukan identifikasi ini.Bagaimanapun juga, para manajer mungkin saja tidak menyadari berbagai jenis data di dalam sistem yang mungkin bermanfaat bagi sistem yang lainnya, atau mungkin mereka tidak mengetahui data yang ada di sistem lain yang mungkin berguna bagi kegiatan mereka.Interaksi ini akan dapat diidentifikasi dengan perencanaan dan perancangan  sistem secara bersama-sama, daripada yang dilakukan secara terisolasi dari yang lainnya.Cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi yang cukup berpotensial namun kurang digunakan adalah dengan melakukan penyelidikan atas seluruh sistem dan tidak terbatas pada satu sistem saja.

Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis; yaitu sistem pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya.Interaksi hirarkis adalah yang  paling banyak diidentifikasi dan diintegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki, disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando, dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada di dalam sistemnya dari pada yang berasal dari luar daerah wewenangnya.

Jenis integrasi lain adalah integrasi horizontal di dalam sebuah rantai komando.Data melewati berbagai sistem informasi dari berbagai departemen produksi bersamaan dengan pergerakan produk dari satu departemen ke departemen yang lainnya.Sehingga sistem informasi departemen perlu diintegrasikan sehingga informasi tentang satuan produk di dalam proses manufaktur dipindahkan secara rutin dari satu sistem ke sistem lainnya.

Integrasi silang-fungsi (cross-functional) melibatkan sistem informasi yang berkaitan dengan berbagai bidang fungsi.Interaksi jenis ini berlangsung apabila sistem informasi pemasaran secara terus-menerus menyampaikan informasi kepada sistem informasi pengendalian persediaan tentang kerugian penjualan disebabkan gangguan persediaan.Seringkali keperluan akan integrasi sepeti ini tidak mudah dikenali.

Integrasi dapat dilaksanakan dengan sejumlah mekanisme yang berbeda.Cara paling mendasar adalah dengan menetapkan prosedur standar, seperti prosedur yang menjamin bahwa data secara fisik memang dipindahkan dari satu sistem informasi ke satu sistem informasi lainnya.

Informasi juga diintegrasikan apabila manajer mengkomunikasikan informasi kepada orang lain.Manajer juga dapat memusatkan informasi dari sejumlah sistem informasi dan untuk mensintesiskannya untuk berbagai keperluan manajerial.

Keuntungan dari integrasi adalah

  1. Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi. Pelaporan biasanya memang memerlukan waktu yang lebih lama, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dengan kegiatan manajerial dapat diperoleh bilamana diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan kuat untuk mengunggulkan sistem informasi terintegrasi, karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.
  2. Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

  1. Fokus awal pada data

Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer.Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.Nama aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah Pengolahan Data Elektronik kemudian berubah menjadi Data Prosesing dan Sistem Informasi Akuntansi.

  1. Fokus baru pada informasi

Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer.Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.

  1. Fokus revisi pada pendukung keputusan.

Sistem pendukung keputusan (Decision support system) merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.Manajer tersebut berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun.DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.

Spesifikasi DSS :

  • Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
  • Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
  • Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
  • Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
  • Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
  • Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
  • Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
  • Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.
  1. Fokus pada komunikasi

Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA).OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.

  1. Fokus potensial pada konsultasi

Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Kemampuan Sebuah Sistem Informasi Manajemen

Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.

SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya.Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer.Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada.

Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :

  1. Pemrosesan Data Batch
  2. Pemrosesan Data Tunggal
  3. Pemrosesan On-Line, Real Time
  4. Komunikasi Data Dan Switching Pesan
  5. Pemasukan Data Jarak Jauh Dan Up Date File
  6. Pencarian Records Dan Analisis
  7. Pencarian File
  8. Algoritme Dan Model Keputusan
  9. Otomatisasi Kanto

Kemampuan Pelaporan

Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.

Prinsip pelaporan :

  1. Laporan harus menonjolkan informasi terpenting
  2. Harus seringkas mungkin
  3. Harus disediakan dukungan
  4. Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
  5. Setiap laporan harus berformat keputusan
  6. Terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja

Jenis-jenis laporan :

  1. Laporan periodik : Laporan yang secara rutin dikerjakan.
  2. Laporan indikator kunci : Merupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.
  3. Laporan siap panggil : Jenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
  4. Laporan khusus : Laporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
  5. Laporan perkecualian : Laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.

Interface Antara Manajer Dan Mesin

Titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.

Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :

  1. Pengembangan program komputer
  2. Dialog atau menyelami file
  3. Mengakses data
  4. Memasukkan input.

 

 

Tugas 2

CASE (Computer Aided Software Enginering)

CASE (Computer Aided Software Enginering) adalah perangkat komputer yang berbasis produk yang bertujuan untuk mendukung satu atau lebih kegiatan rekayasa perangkat lunak dalam proses pengembangan software. Case Tool merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari software tersebut.

Kategori Case Tools :

  1. Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
  2. Structured diagramming-supporting products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control flow dan entity flow.
  3. Structured development aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga penganalisaan lebih cepat dan akurat.
  4. Application-code-generating products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.

Klasifikasi Case Tools:

1. Upper Case

Case tools yang didesain untuk mendukung perencanaan, identifikasi, dan seleksi proyek (permulaan dari perencanaan proyek), tepatnya pada fase analisis dan desain dari suatu system tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Diagramming tools, Form and report generators, dan Analysis tools.

Contoh Software Upper Case :

  1. Photoshop : Perangkat lunak editor citra buatan adobe system yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek.
  2. Ken Rename : Software dengan utilitas untuk mengubah nama tambahan jumlah file dan memiliki pohon direktori untuk memilih file.Ken rename memiliki banyak kebiasaan pintas keyboard untuk membantu pengguna memastikan aliran cepat dan mudah dari aplikasi.
  3. Adobe Premier : Perangkat lunak editor yang dikhususkan untuk pengeditan video/film dengan berbagai efek.
  4. Batch File Rename : Aplikasi yang mempu mengkonversi file ke dalam share point kompatibel serta format yang kompatibel internet dan menyediakan fitur yang berbeda untuk nomor renumbering urutan dan mengubah nama file musik Mp3 dengan bantuan tag seperti album,judul.
  5. Software Password Generator : Program yang dirancang untuk menghasilkan crack, pasword dengan mudah dan cepat,kita dapat mengubah password yang sangat kuat hingga 128 panjang karakter untuk semua acount.sementara untuk membuat sandi,kita dapat menggunakan huruf, angka, simbol, dan juga sebagai kombinasi.
  6. ACSESE
  7. VISIO
  8. NAFICAT

2. Lower Case

Case tools yang didesain untuk mendukung tahap implementasi dan maintenance dari SDLC. Tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Code generators.

Contoh Software Lower Case :

  1. Java : Bahasa pemograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon dan dapat dikembangkan ke dalam berbagai aplikasi.
  2. Netbeans : Software untuk pengembangan aplikasi desktop java, dan sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang di bangun menggunakan platform netbeans. Platform netbeans memungkinkan aplikasi dibangun dari sekumpulan komponen perangkat lunak moduler (arsip java yang memuat kelas-kelas java untuk berinteraksi dengan NetBeans Open API dan file manifestasi yang mengidentifikasinya sebagai modul.
  3. Bussiness Process Management Tools : Perangkat lunak yang disediakan untuk membantu organisasi dalam mengelola proses bisnis yang dimilikinya mulai dari tahap perancangan, lalu otomasi (komputerisasi), kemudian eksekusi, hingga tahap monitoring.
  4. Visual Basic : Pemograman yang mudah digunakan untuk pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi kecil maupun aplikasi besar.
  5. Desk Tools : Alat yang dapat digunakan untuk meminimalkan aplikasi apapun, juga dapat membuat aplikasi transparan. Desk Tools merupakan paket dengan banyak tools canggih lainnya seperti CritHide (menyembunyikan semua aplikasi yang berisi kata kunci particular).
  6. MS SQL
  7. FOXPRO
  8. ORACLE
  9. INNOSET UP
  10. VB DEPLOYMEN

3. Cross life-cycle case/integrated case (I-CASE)

Case tools yang dirancang untuk mendukung aktifikas-aktifitas yang terjadi pada beberapa fase dari SDLC. Mengkombinasikan Upper dan Lower Case menjadi satu. Tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Project management tools. Contoh case tools: Rational Rose, Poseidon, ArgoUML, Catalyze, in-Step, Juggler, PRINCE.

4. Cross Life Cycle Case Tools

Tools ini mendukung keseluruhan life cycle, seperti halnya manajemen proyek dan perkiraan biaya, dan sebagainya

5. Case Tool For System Planning

Tools ini membantu analis menangkap, menyimpan, dan menganalisis model bisnis. Tools ini membantu menggambarkan sasaran bisnis, tujuan, critical success factor, masalah-masalah, struktur organisasi, kebutuhan informasi, kebutuhan fungsional, dan sebagainya. Informasi-informasi ini dapat dimasukkan dalam bentuk model (gambar), deskripsi, dan matriks. Contoh tools ini adalah Knowledger’s ADW Planning Workbench.

6. Case Tools for systems Analysis and Design

Membantu analis mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan user dengan lebih baik, menganjurkan solusi desain dan menganalisis informasi untuk konsistensi, kelengkapan, dan integritas. Contoh dari tool ini adalah :

  1. ADW Analysis, Design and RAD Workbenches dari Knowledgeware
  2. Excelerator/IS dan Excelerator II dari Inersolve
  3. System Architect dari Popkin Software

7.Case Tools for System Design and Implementation

Tools ini membantu programmer aplikasi meningkatkan produktivitas dan kualitas. Tools ini ditujukan untuk desain yang rinci dan implementasi sitem dan membantu desainer dan programmer lebih cepat membangun software aplikasi.

8. Case Tools for System Support

Tools ini membantu meresttukturisasi kode program yang ada data yang lama agar lebih mudah dirawat, merekayasa ulang program untuk mengakomodasi teknologi baru, memulihkan informasi-informasi yang bisa dipakai dan membangun kembali sistem informasi dengan menggunakan modul-modul program, dan menentukan kapan biaya perawatan melebihi manfaatnya.

9. Reverse Engineering Tools

Tools ini menjembatani lower-case tools dan upper case tools. Tools ini membantu dalam proses menganalisis kode program aplikasi dan database yang ada untuk membuat representasi kode yang lebih tinggi tingkatannya.

Manfaat Case Tool diantaranya adalah :

  • Meningkatkan Kecepatan

Case tools memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi.

  • Meningkatkan Akurasi

Case tools dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.

  • Mengurangi Waktu Perawatan

Case menyediakan tools untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.

  • Dokumentasi Yang Lebih Baik

Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.

  • Pemrograman Oleh Non Programmer

Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan menggunakan lower case tools, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari desain awal dan tahap analisis.

  • Manfaat yang tak tampak

Case tools dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.

Keuntungan Case Tools:

  • Meningkatkan produktivitas, dengan meningkatkan kecepatan dan efisiensi SDLC.
  • Membuat prototipe dapat dilakukan dengan lebih mudah, sehingga pemakai dapat melihat kemajuan proses pengembangan lebih cepat.
  • Membuat perubahan-perubahan rancangan sistem dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  • Memungkinkan pembuatan sistem yang bekerja pada berbagai platform. Sebagai contoh, Anda dapat mendokumentasikan pada suatu sistem operasi (misalnya Windows) dan kemudian membangkitkannya pada sistem operasi yang lain (misalnya UNIX). Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan perangkat CASE dapat menghasilkan kode dalam berbagai bahasa pemrograman, termasuk C dan C++.

Kelemahan Case Tools:

  • Jika dukungan manajemen terhadap penggunaan case kurang maka akan menimbulkan masalah.
  • Harga CASE sangat mahal. Biaya untuk pelatihan bagi pengembang sistem juga mahal.Karena itu, apabila tidak termanfaatkan dengan baik, dapat dipastikan bahwa organisasi yang menggunakannya akan mengalami kerugian yang besar.

Dimana case tools dapat digunakan?

Case tools digunakan dalam semua aktifitas software engineer, termasuk dalam proses analisis, desain, implementasi, instalasi bahkan maintenance, baik pada lingkungan yang sederhana sampai yang kompleks yang mencakup: database, people, hardware, network, operating system.

Bagaimana cara menggunakan case tools?

Dalam menggunakan suatu case tools, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terlebih dahulu diantaranya:

  • Lakukan studi terhadap teknologi yang ada agar kita bisa mempersiapkan dampak perubahan teknologi yang akan terjadi nantinya, sehingga model yang dibangun nantinya bisa fleksibel terhadap perubahan.
  • Evaluasi bagaimana jika organisasi yang sudah ada harus dibangun ulang agar bisa mengambil keuntungan dari teknologi baru.
  • Tetapkan suatu ketentuan untuk mengganti sistem yang lama dengan teknologi baru yang paling efektif.
  • Tentukan suatu metodologi pembangunan sistem.

Perhatian Kalau Memakai Case Tools

  • Kemampuan analisis dan desain bagi personil yang menggunakan perangkat case tetap diperlukan. Sebagus apapun perangkat case tidak akan menghasilkan sistem yang bagus kalau para spesialis teknologi informasi yang menggunakannya tidak memiliki dasar analisis dan desain.
  • Perlu penyediaan waktu yang lebih banyak pada proses analisis dan desain. Hal ini disebabkan perangkat case tak dapat menghasilkan kode program kalau spesifikasi tidak lengkap, ambigu, dan tak benar.

Beberapa masalah yang ada dalam teknologi case tools adalah sebagai  berikut:

  • Tidak kompatibel
  • Biaya
  • Harapan yang tidak terpenuhi

 

 

Tugas 1

TUGAS

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

logo

WELLYA SARI

1510622010557

AKUNTANSI 3

DOSEN PENGAMPU :

HENDRA GUSTOMI, SE, Msc

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

SUMATERA BARAT

PARIAMAN

2017

 

PERTANYAAN:

1.Bagaimana Mekanisme Hutang Piutang Antara SPBU Dengan Pemerintah Daerah ?

2.Bagaimana Cara Pengendalian Dan Penghapusan Piutang ?

3.Bagaimana Mencatat Pembayaran Yang Dilakukan Oleh Debitur Apabila Piutang Yang Kita Catatkan Pada Catatan Akuntansi Kita Telah Dihapuskan Dengan Metode Cadangan ?

JAWABAN:

1.Mekanisme Hutang Piutang Antara SPBU Dengan Pemerintah Daerah

Hutang adalah kewajiban suatu badan usaha atau perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu. Dengan kata lain hutang adalah sesuatu yang di pinjam oleh seseorang atau badan usaha yang biasanya berbentuk materi,uang,ataupun jasa.

Piutang adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Jadi piutang adalah hak atau harta yang belum di bayar oleh perusahaan maupun orang lain.

Perjanjian utang piutang antara SPBU dengan Pemerintah Daerah adalah perjanjian utang piutang yang terjadi diantara 2 belah pihak, dimana pihak pertama adalah Pemerintah Daerah (PEMDA) yaitu penerima pinjaman dari SPBU, sedangkan pihak kedua adalah SPBU ialah yang memberikan pinjaman kepada pemerintah daerah.

Perjanjian diawali dengan penandatanganan kontrak kerjasama diatas materai dengan persetujuan yang telah disepakati antara SPBU dengan Pemerintah Daerah. Setelah kontrak disepakati oleh kedua belah pihak, baru pemda mengeluarkan nota minyak baru dibagikan kepada karyawan-karyawan yang bekerja diluar kantor. Kontrak tersebut berlaku dalam periode tertentu dalam satu tahun dan pembayarannya dalam tahun anggaran yang telah disetujui.

2.Cara Pengendalian dan Penghapusan Piutang

  • Pengendalian Piutang

Ada 3 Bidang Pengendalian Piutang :

  1. Pemberian kredit dagang kebijakan kredit dan syarat penjualan harus tidak menghalangi penjualan kepada para pelanggan dan juga tidak boleh menimbulkan kerugian.
  2. Penagihan (Collections) apabila telah diberikan kredit, harus dilakukan setiap usaha untuk memperoleh pembayaran yang sesuai dengan syarat penjualan dalam waktu yg wajar.
  3. Penetapan dan penyelenggaraan pengendalian intern yang layak. Ini membantu suatu sistem pengendalian intern yang memadai untuk memastikan bahwa semua penyerahan barang sudah difakturkan sebagaimana mestinya kepada para pelanggan, dan bahwa penerimaan benar-benar masuk ke dalam rekening perusahaan.
  • Penghapusan Piutang

Menurut Zaki Baridwan dalam bukunya Intermediate Accounting (2004, 127) :
Metode penghapusan piutang adalah piutang usaha yang tidak mungkin dapat ditagih, seperti debiturnya bangkrut, meninggal, pailit dan lain-lain harus dihapuskan sehingga akan menjadi biaya bagi perusahaan.

Adapun cara atau metode yang digunakan untuk penghapusan piutang sebagai berikut:

1.) Metode Langsung (Direct Write Off Method)

Metode ini menjelaskan penghapusan piutang akan dilakukan pada saat suatu piutang benar-benar tidak tertagih oleh perusahaan. Pada saat itulah diadakan pencatatan kerugian tersebut ke dalam perkiraan penghapusan piutang disebelah debit, serta mengkreditkan perkiraan piutang dalam jumlah yang sama, guna mengeluarkan piutang yang tidak tertagih itu dari catatan. Metode ini biasanya digunakan pada perusahaan-perusahaan yang berskala kecil atau dapat juga diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menaksirkan kerugian piutang dengan tepat.

2.) Metode Cadangan (Allowance Method)

Metode ini menjelaskan bahwa setiap akhir periode perusahaan perlmengadakan penaksiran tentang besarnya piutang yang kira-kira tidak tertagih. Pada saat tersebut jumlah yg diperkirakan tidak tertagih dianggap dan dicatat sebagai kerugian dengan cara mendebitkan ke dalam perkiraan penghapusan piutang. tetapi jumlah piutang yang diduga tidak tertagih tersebut belum dikeluarkan dari perkiraan piutang, melainkan baru dianggap dan dicatat sebagai cadangan piutang yang sekiranya tidak tertagih. Percadangan ini dilakukan dengan membukukannya ke dalam perkiraan cadangan penghapusan piutang disebelah kredit. Bila mana pada suatu waktu nanti, piutang yang dicadangkan tidak tertagih, maka jumlah tersebut harus dikeluarkan dari catatan perkiraan cadangan penghapusan piutang. Karena status cadangan telah berubah menjadi suatu kepastian, yakni dipastikan tidak tertagih lagi. Metode ini biasanya mencatat beban piutang tak tertagih dengan mengestimasi jumlah piutang tak tertagih pada akhir periode, metode ini digunakan oleh perusahaan berskala besar, dimana perusahaan sudah membuat estimasi atau perkiraan mengenai kerugian piutang yang akan diterima akibat tidak dapat ditagih seluruhnya.

Apabila piutang yang sudah dihapus diterima kembali pembayarannya, maka piutang yang sudah dihapus dimunculkan kembali di debet dan mengkreditkan cadangan kerugian piutang. Pada saat penerimaan piutang dari pelanggan maka perusahaan kembali mengkreditkan piutang tersebut sesuai dengan nilai nominal yang diterima.