Tugas 1

TUGAS

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

logo

WELLYA SARI

1510622010557

AKUNTANSI 3

DOSEN PENGAMPU :

HENDRA GUSTOMI, SE, Msc

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

SUMATERA BARAT

PARIAMAN

2017

 

PERTANYAAN:

1.Bagaimana Mekanisme Hutang Piutang Antara SPBU Dengan Pemerintah Daerah ?

2.Bagaimana Cara Pengendalian Dan Penghapusan Piutang ?

3.Bagaimana Mencatat Pembayaran Yang Dilakukan Oleh Debitur Apabila Piutang Yang Kita Catatkan Pada Catatan Akuntansi Kita Telah Dihapuskan Dengan Metode Cadangan ?

JAWABAN:

1.Mekanisme Hutang Piutang Antara SPBU Dengan Pemerintah Daerah

Hutang adalah kewajiban suatu badan usaha atau perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu. Dengan kata lain hutang adalah sesuatu yang di pinjam oleh seseorang atau badan usaha yang biasanya berbentuk materi,uang,ataupun jasa.

Piutang adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Jadi piutang adalah hak atau harta yang belum di bayar oleh perusahaan maupun orang lain.

Perjanjian utang piutang antara SPBU dengan Pemerintah Daerah adalah perjanjian utang piutang yang terjadi diantara 2 belah pihak, dimana pihak pertama adalah Pemerintah Daerah (PEMDA) yaitu penerima pinjaman dari SPBU, sedangkan pihak kedua adalah SPBU ialah yang memberikan pinjaman kepada pemerintah daerah.

Perjanjian diawali dengan penandatanganan kontrak kerjasama diatas materai dengan persetujuan yang telah disepakati antara SPBU dengan Pemerintah Daerah. Setelah kontrak disepakati oleh kedua belah pihak, baru pemda mengeluarkan nota minyak baru dibagikan kepada karyawan-karyawan yang bekerja diluar kantor. Kontrak tersebut berlaku dalam periode tertentu dalam satu tahun dan pembayarannya dalam tahun anggaran yang telah disetujui.

2.Cara Pengendalian dan Penghapusan Piutang

  • Pengendalian Piutang

Ada 3 Bidang Pengendalian Piutang :

  1. Pemberian kredit dagang kebijakan kredit dan syarat penjualan harus tidak menghalangi penjualan kepada para pelanggan dan juga tidak boleh menimbulkan kerugian.
  2. Penagihan (Collections) apabila telah diberikan kredit, harus dilakukan setiap usaha untuk memperoleh pembayaran yang sesuai dengan syarat penjualan dalam waktu yg wajar.
  3. Penetapan dan penyelenggaraan pengendalian intern yang layak. Ini membantu suatu sistem pengendalian intern yang memadai untuk memastikan bahwa semua penyerahan barang sudah difakturkan sebagaimana mestinya kepada para pelanggan, dan bahwa penerimaan benar-benar masuk ke dalam rekening perusahaan.
  • Penghapusan Piutang

Menurut Zaki Baridwan dalam bukunya Intermediate Accounting (2004, 127) :
Metode penghapusan piutang adalah piutang usaha yang tidak mungkin dapat ditagih, seperti debiturnya bangkrut, meninggal, pailit dan lain-lain harus dihapuskan sehingga akan menjadi biaya bagi perusahaan.

Adapun cara atau metode yang digunakan untuk penghapusan piutang sebagai berikut:

1.) Metode Langsung (Direct Write Off Method)

Metode ini menjelaskan penghapusan piutang akan dilakukan pada saat suatu piutang benar-benar tidak tertagih oleh perusahaan. Pada saat itulah diadakan pencatatan kerugian tersebut ke dalam perkiraan penghapusan piutang disebelah debit, serta mengkreditkan perkiraan piutang dalam jumlah yang sama, guna mengeluarkan piutang yang tidak tertagih itu dari catatan. Metode ini biasanya digunakan pada perusahaan-perusahaan yang berskala kecil atau dapat juga diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menaksirkan kerugian piutang dengan tepat.

2.) Metode Cadangan (Allowance Method)

Metode ini menjelaskan bahwa setiap akhir periode perusahaan perlmengadakan penaksiran tentang besarnya piutang yang kira-kira tidak tertagih. Pada saat tersebut jumlah yg diperkirakan tidak tertagih dianggap dan dicatat sebagai kerugian dengan cara mendebitkan ke dalam perkiraan penghapusan piutang. tetapi jumlah piutang yang diduga tidak tertagih tersebut belum dikeluarkan dari perkiraan piutang, melainkan baru dianggap dan dicatat sebagai cadangan piutang yang sekiranya tidak tertagih. Percadangan ini dilakukan dengan membukukannya ke dalam perkiraan cadangan penghapusan piutang disebelah kredit. Bila mana pada suatu waktu nanti, piutang yang dicadangkan tidak tertagih, maka jumlah tersebut harus dikeluarkan dari catatan perkiraan cadangan penghapusan piutang. Karena status cadangan telah berubah menjadi suatu kepastian, yakni dipastikan tidak tertagih lagi. Metode ini biasanya mencatat beban piutang tak tertagih dengan mengestimasi jumlah piutang tak tertagih pada akhir periode, metode ini digunakan oleh perusahaan berskala besar, dimana perusahaan sudah membuat estimasi atau perkiraan mengenai kerugian piutang yang akan diterima akibat tidak dapat ditagih seluruhnya.

Apabila piutang yang sudah dihapus diterima kembali pembayarannya, maka piutang yang sudah dihapus dimunculkan kembali di debet dan mengkreditkan cadangan kerugian piutang. Pada saat penerimaan piutang dari pelanggan maka perusahaan kembali mengkreditkan piutang tersebut sesuai dengan nilai nominal yang diterima.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s