Tugas 2

CASE (Computer Aided Software Enginering)

CASE (Computer Aided Software Enginering) adalah perangkat komputer yang berbasis produk yang bertujuan untuk mendukung satu atau lebih kegiatan rekayasa perangkat lunak dalam proses pengembangan software. Case Tool merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cycle software, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari software tersebut.

Kategori Case Tools :

  1. Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
  2. Structured diagramming-supporting products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control flow dan entity flow.
  3. Structured development aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga penganalisaan lebih cepat dan akurat.
  4. Application-code-generating products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.

Klasifikasi Case Tools:

1. Upper Case

Case tools yang didesain untuk mendukung perencanaan, identifikasi, dan seleksi proyek (permulaan dari perencanaan proyek), tepatnya pada fase analisis dan desain dari suatu system tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Diagramming tools, Form and report generators, dan Analysis tools.

Contoh Software Upper Case :

  1. Photoshop : Perangkat lunak editor citra buatan adobe system yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek.
  2. Ken Rename : Software dengan utilitas untuk mengubah nama tambahan jumlah file dan memiliki pohon direktori untuk memilih file.Ken rename memiliki banyak kebiasaan pintas keyboard untuk membantu pengguna memastikan aliran cepat dan mudah dari aplikasi.
  3. Adobe Premier : Perangkat lunak editor yang dikhususkan untuk pengeditan video/film dengan berbagai efek.
  4. Batch File Rename : Aplikasi yang mempu mengkonversi file ke dalam share point kompatibel serta format yang kompatibel internet dan menyediakan fitur yang berbeda untuk nomor renumbering urutan dan mengubah nama file musik Mp3 dengan bantuan tag seperti album,judul.
  5. Software Password Generator : Program yang dirancang untuk menghasilkan crack, pasword dengan mudah dan cepat,kita dapat mengubah password yang sangat kuat hingga 128 panjang karakter untuk semua acount.sementara untuk membuat sandi,kita dapat menggunakan huruf, angka, simbol, dan juga sebagai kombinasi.
  6. ACSESE
  7. VISIO
  8. NAFICAT

2. Lower Case

Case tools yang didesain untuk mendukung tahap implementasi dan maintenance dari SDLC. Tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Code generators.

Contoh Software Lower Case :

  1. Java : Bahasa pemograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon dan dapat dikembangkan ke dalam berbagai aplikasi.
  2. Netbeans : Software untuk pengembangan aplikasi desktop java, dan sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang di bangun menggunakan platform netbeans. Platform netbeans memungkinkan aplikasi dibangun dari sekumpulan komponen perangkat lunak moduler (arsip java yang memuat kelas-kelas java untuk berinteraksi dengan NetBeans Open API dan file manifestasi yang mengidentifikasinya sebagai modul.
  3. Bussiness Process Management Tools : Perangkat lunak yang disediakan untuk membantu organisasi dalam mengelola proses bisnis yang dimilikinya mulai dari tahap perancangan, lalu otomasi (komputerisasi), kemudian eksekusi, hingga tahap monitoring.
  4. Visual Basic : Pemograman yang mudah digunakan untuk pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi kecil maupun aplikasi besar.
  5. Desk Tools : Alat yang dapat digunakan untuk meminimalkan aplikasi apapun, juga dapat membuat aplikasi transparan. Desk Tools merupakan paket dengan banyak tools canggih lainnya seperti CritHide (menyembunyikan semua aplikasi yang berisi kata kunci particular).
  6. MS SQL
  7. FOXPRO
  8. ORACLE
  9. INNOSET UP
  10. VB DEPLOYMEN

3. Cross life-cycle case/integrated case (I-CASE)

Case tools yang dirancang untuk mendukung aktifikas-aktifitas yang terjadi pada beberapa fase dari SDLC. Mengkombinasikan Upper dan Lower Case menjadi satu. Tools yang termasuk kelas ini adalah jenis Project management tools. Contoh case tools: Rational Rose, Poseidon, ArgoUML, Catalyze, in-Step, Juggler, PRINCE.

4. Cross Life Cycle Case Tools

Tools ini mendukung keseluruhan life cycle, seperti halnya manajemen proyek dan perkiraan biaya, dan sebagainya

5. Case Tool For System Planning

Tools ini membantu analis menangkap, menyimpan, dan menganalisis model bisnis. Tools ini membantu menggambarkan sasaran bisnis, tujuan, critical success factor, masalah-masalah, struktur organisasi, kebutuhan informasi, kebutuhan fungsional, dan sebagainya. Informasi-informasi ini dapat dimasukkan dalam bentuk model (gambar), deskripsi, dan matriks. Contoh tools ini adalah Knowledger’s ADW Planning Workbench.

6. Case Tools for systems Analysis and Design

Membantu analis mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan user dengan lebih baik, menganjurkan solusi desain dan menganalisis informasi untuk konsistensi, kelengkapan, dan integritas. Contoh dari tool ini adalah :

  1. ADW Analysis, Design and RAD Workbenches dari Knowledgeware
  2. Excelerator/IS dan Excelerator II dari Inersolve
  3. System Architect dari Popkin Software

7.Case Tools for System Design and Implementation

Tools ini membantu programmer aplikasi meningkatkan produktivitas dan kualitas. Tools ini ditujukan untuk desain yang rinci dan implementasi sitem dan membantu desainer dan programmer lebih cepat membangun software aplikasi.

8. Case Tools for System Support

Tools ini membantu meresttukturisasi kode program yang ada data yang lama agar lebih mudah dirawat, merekayasa ulang program untuk mengakomodasi teknologi baru, memulihkan informasi-informasi yang bisa dipakai dan membangun kembali sistem informasi dengan menggunakan modul-modul program, dan menentukan kapan biaya perawatan melebihi manfaatnya.

9. Reverse Engineering Tools

Tools ini menjembatani lower-case tools dan upper case tools. Tools ini membantu dalam proses menganalisis kode program aplikasi dan database yang ada untuk membuat representasi kode yang lebih tinggi tingkatannya.

Manfaat Case Tool diantaranya adalah :

  • Meningkatkan Kecepatan

Case tools memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi.

  • Meningkatkan Akurasi

Case tools dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.

  • Mengurangi Waktu Perawatan

Case menyediakan tools untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.

  • Dokumentasi Yang Lebih Baik

Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.

  • Pemrograman Oleh Non Programmer

Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan menggunakan lower case tools, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari desain awal dan tahap analisis.

  • Manfaat yang tak tampak

Case tools dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.

Keuntungan Case Tools:

  • Meningkatkan produktivitas, dengan meningkatkan kecepatan dan efisiensi SDLC.
  • Membuat prototipe dapat dilakukan dengan lebih mudah, sehingga pemakai dapat melihat kemajuan proses pengembangan lebih cepat.
  • Membuat perubahan-perubahan rancangan sistem dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  • Memungkinkan pembuatan sistem yang bekerja pada berbagai platform. Sebagai contoh, Anda dapat mendokumentasikan pada suatu sistem operasi (misalnya Windows) dan kemudian membangkitkannya pada sistem operasi yang lain (misalnya UNIX). Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan perangkat CASE dapat menghasilkan kode dalam berbagai bahasa pemrograman, termasuk C dan C++.

Kelemahan Case Tools:

  • Jika dukungan manajemen terhadap penggunaan case kurang maka akan menimbulkan masalah.
  • Harga CASE sangat mahal. Biaya untuk pelatihan bagi pengembang sistem juga mahal.Karena itu, apabila tidak termanfaatkan dengan baik, dapat dipastikan bahwa organisasi yang menggunakannya akan mengalami kerugian yang besar.

Dimana case tools dapat digunakan?

Case tools digunakan dalam semua aktifitas software engineer, termasuk dalam proses analisis, desain, implementasi, instalasi bahkan maintenance, baik pada lingkungan yang sederhana sampai yang kompleks yang mencakup: database, people, hardware, network, operating system.

Bagaimana cara menggunakan case tools?

Dalam menggunakan suatu case tools, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terlebih dahulu diantaranya:

  • Lakukan studi terhadap teknologi yang ada agar kita bisa mempersiapkan dampak perubahan teknologi yang akan terjadi nantinya, sehingga model yang dibangun nantinya bisa fleksibel terhadap perubahan.
  • Evaluasi bagaimana jika organisasi yang sudah ada harus dibangun ulang agar bisa mengambil keuntungan dari teknologi baru.
  • Tetapkan suatu ketentuan untuk mengganti sistem yang lama dengan teknologi baru yang paling efektif.
  • Tentukan suatu metodologi pembangunan sistem.

Perhatian Kalau Memakai Case Tools

  • Kemampuan analisis dan desain bagi personil yang menggunakan perangkat case tetap diperlukan. Sebagus apapun perangkat case tidak akan menghasilkan sistem yang bagus kalau para spesialis teknologi informasi yang menggunakannya tidak memiliki dasar analisis dan desain.
  • Perlu penyediaan waktu yang lebih banyak pada proses analisis dan desain. Hal ini disebabkan perangkat case tak dapat menghasilkan kode program kalau spesifikasi tidak lengkap, ambigu, dan tak benar.

Beberapa masalah yang ada dalam teknologi case tools adalah sebagai  berikut:

  • Tidak kompatibel
  • Biaya
  • Harapan yang tidak terpenuhi

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s