Tugas 3

INTEGRASI SISTEM INFORMASI

Integrasi berasal dari bahasa Latin dan bahasa Inggris, dalam bahasa latin integrasi berasal dari kata integer, integra, dan integrum yang memiliki arti utuh, seluruhnya.Sedangkan dalam bahasa Inggris berasal dari kata Integration, yang memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan.Sehingga dapat didefinisikan integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur  dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari penyatuan unsur-unsur tersebut.

Proses integrasi akan terjadi jika perubahan itu membawa unsur-unsur yang cocok dengan.Penambahan unsur-unsur baru di dalam proses perubahan itu menyatu di dalam kerangka kepentingan struktur yang ada.Pada proses integrasi juga akan ada proses saling menarik, saling tergantung, dan saling menyesuaikan (adaptasi).

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen.Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluan integrasinya.Salah satu di antaranya adalah dengan arus data faktual atau potensial di antara mereka.Aliran informasi di antara sistem sangat bermanfaat apabila data di dalam file dari satu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, tetapi akan jadi mustahil bagi sistem kedua untuk menghasilkan data tersebut apabila pendekatan ini akan menjadi mahal, lebih lambat, atau kurang tepat dibanding menggunakan data dari file sistem pertama.

Aliran data di antara sistem, sering ditemukan apabila sistem ganda diperlukan untuk mengakses elemen data yang sama dari sumber bersama, atau apabila output dari satu sistem akan menjadi input bagi yang lainnya.Sama halnya apabila informasi dari sistem pemroses data transaksi merupakan input bagi sistem informasi manajerial.Sistem juga dapat dikaitkan melalui tugasnya untuk memberikan data bagi tugas yang sama atau karena masing-masing sistem menggunakan data yang sama dari sumber lain.

Apabila ada di antara tipe hubungan seperti yang disebutkan di atas, maka dikatakan sistem bersangkutan  berinteraksi.Dan  interaksi di antara sistem-sistem akan dinilai dengan cara menentukan kaitan internal antara elemen data di berbagai sistem yang berkaitan, misalnya elemen data yang digunakan untuk pelaporan tugas yang sama.Kaitan seperti ini memungkinkan data mengalir sepanjang “lintasan data” ke seluruh bagian di dalam sistem informasi, yakni data yang diperlukan untuk penghitungan atau pelaporan.Apabila kaitan telah mampu ditetapkan, maka sistem yang bersangkutan dikatakan telah terintegrasi.

Oleh karena itu, integrasi didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antar sub-sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas menuju,atau diambil oleh, satu atau lebih sistem yang lainnya.Sebenarnya dengan sistem manual, juga akan dicapai suatu derajat integrasi tertentu, misalnya dengan secara fisikal membawa data dari satu stasiun kerja (workstation) ke stasiun kerja lainnya, yang selanjutnya oleh para pegawai administrasi akan digabungkan dengan data dari sistem lain.Sementara itu dengan sistem komputer, data akan dapat melintas secara otomatis di seluruh sistem, yang memungkinkan derajat integrasi yang lebih tinggi dan mempercepat kegiatan integrasi data.Pada sebagian besar sistem informasi komputer, sebagian besar integrasi data dilakukan secara otomatis oleh komputer, dan hanya sebagian kecil yang harus dilaksanakan oleh pegawai atau personil pengolahan data.Biasanya tujuan pengembangan sistem adalah mengotomatiskan aspek tambahan dari integrasi data, dan secara umum adalah mengotomatiskan perpindahan data dari sistem informasi terutama pada sistem yang sangat canggih dan sangat maju.

Untuk mengintegrasikan sistem pertama kali  diperlukan identifikasi interaksi yang potensial; para manajer dan mereka yang berurusan dengan sistem harus melakukan identifikasi ini.Bagaimanapun juga, para manajer mungkin saja tidak menyadari berbagai jenis data di dalam sistem yang mungkin bermanfaat bagi sistem yang lainnya, atau mungkin mereka tidak mengetahui data yang ada di sistem lain yang mungkin berguna bagi kegiatan mereka.Interaksi ini akan dapat diidentifikasi dengan perencanaan dan perancangan  sistem secara bersama-sama, daripada yang dilakukan secara terisolasi dari yang lainnya.Cara yang paling efektif untuk mengidentifikasi yang cukup berpotensial namun kurang digunakan adalah dengan melakukan penyelidikan atas seluruh sistem dan tidak terbatas pada satu sistem saja.

Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis; yaitu sistem pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya.Interaksi hirarkis adalah yang  paling banyak diidentifikasi dan diintegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki, disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando, dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada di dalam sistemnya dari pada yang berasal dari luar daerah wewenangnya.

Jenis integrasi lain adalah integrasi horizontal di dalam sebuah rantai komando.Data melewati berbagai sistem informasi dari berbagai departemen produksi bersamaan dengan pergerakan produk dari satu departemen ke departemen yang lainnya.Sehingga sistem informasi departemen perlu diintegrasikan sehingga informasi tentang satuan produk di dalam proses manufaktur dipindahkan secara rutin dari satu sistem ke sistem lainnya.

Integrasi silang-fungsi (cross-functional) melibatkan sistem informasi yang berkaitan dengan berbagai bidang fungsi.Interaksi jenis ini berlangsung apabila sistem informasi pemasaran secara terus-menerus menyampaikan informasi kepada sistem informasi pengendalian persediaan tentang kerugian penjualan disebabkan gangguan persediaan.Seringkali keperluan akan integrasi sepeti ini tidak mudah dikenali.

Integrasi dapat dilaksanakan dengan sejumlah mekanisme yang berbeda.Cara paling mendasar adalah dengan menetapkan prosedur standar, seperti prosedur yang menjamin bahwa data secara fisik memang dipindahkan dari satu sistem informasi ke satu sistem informasi lainnya.

Informasi juga diintegrasikan apabila manajer mengkomunikasikan informasi kepada orang lain.Manajer juga dapat memusatkan informasi dari sejumlah sistem informasi dan untuk mensintesiskannya untuk berbagai keperluan manajerial.

Keuntungan dari integrasi adalah

  1. Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi. Pelaporan biasanya memang memerlukan waktu yang lebih lama, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dengan kegiatan manajerial dapat diperoleh bilamana diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan kuat untuk mengunggulkan sistem informasi terintegrasi, karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.
  2. Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

  1. Fokus awal pada data

Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer.Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.Nama aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah Pengolahan Data Elektronik kemudian berubah menjadi Data Prosesing dan Sistem Informasi Akuntansi.

  1. Fokus baru pada informasi

Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer.Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.

  1. Fokus revisi pada pendukung keputusan.

Sistem pendukung keputusan (Decision support system) merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.Manajer tersebut berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun.DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.

Spesifikasi DSS :

  • Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
  • Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
  • Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
  • Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
  • Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
  • Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
  • Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
  • Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.
  1. Fokus pada komunikasi

Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA).OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.

  1. Fokus potensial pada konsultasi

Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Kemampuan Sebuah Sistem Informasi Manajemen

Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.

SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya.Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer.Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada.

Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :

  1. Pemrosesan Data Batch
  2. Pemrosesan Data Tunggal
  3. Pemrosesan On-Line, Real Time
  4. Komunikasi Data Dan Switching Pesan
  5. Pemasukan Data Jarak Jauh Dan Up Date File
  6. Pencarian Records Dan Analisis
  7. Pencarian File
  8. Algoritme Dan Model Keputusan
  9. Otomatisasi Kanto

Kemampuan Pelaporan

Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.

Prinsip pelaporan :

  1. Laporan harus menonjolkan informasi terpenting
  2. Harus seringkas mungkin
  3. Harus disediakan dukungan
  4. Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
  5. Setiap laporan harus berformat keputusan
  6. Terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja

Jenis-jenis laporan :

  1. Laporan periodik : Laporan yang secara rutin dikerjakan.
  2. Laporan indikator kunci : Merupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.
  3. Laporan siap panggil : Jenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
  4. Laporan khusus : Laporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
  5. Laporan perkecualian : Laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.

Interface Antara Manajer Dan Mesin

Titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.

Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :

  1. Pengembangan program komputer
  2. Dialog atau menyelami file
  3. Mengakses data
  4. Memasukkan input.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s